Saat terakhir bekerja

Oktober 2009 …

Oktober pun tiba, dan akhirnya, tanggal 2 pekerjaan saya tuntas, hanya memberi arahan-arahan lagi ke pengganti saya. Sore harinya saya merasa teman-teman sudah menanti saya untuk melakukan “sesuatu” yang tidak saya hiraukan, karena saya ingin pengganti saya benar-benar paham pekerjaannya.

Dan sore harinya, mendekati jam pulang kantor .. Inilah yang terjadi ..

This slideshow requires JavaScript.

Benar-benar merupakan saat-saat yang mejengkelkan sekaligus membahagiakan bagi saya, jengkel karena ulah ibu-ibu ini membuat saya pulang kedinginan dan “bau”, tapi juga bahagia karena perhatian mereka yang selain memberi “penyiksaan” ternyata juga memberi “Kado” yang saya pakai hingga kini, yaitu pakaian dalam dan t-shirt merah .. Terima kasih teman-teman 🙂

Sesampainya di rumah, suami saya pun terheran-heran melihat kedaan saya, setelah saya beri penjelasan singkat dia pun tertawa, yah, suami saya pun mentertawakan saya, sebel..

Setelah mandi dan makan malam, saya pun berbincang sengan suami, menceritkan detil nya kronologi “penyiksaan” yang terjadi hari itu. Jujur dalam hati saya ada rasa “kehilangan” atas teman2 yang setiap hari nya telah melalui banyak kebersamaan, suka-duka selama 1 tahun 7 bulan. Yah, itu lah lama saya bergabung dengan PT. SOS, join date 1 februari 2008, hingga resign 5 Oktober 2009.

Namun, ada hal yang menjadi prioritas saya, yaitu cukup istirahat denga harapan segera mendapatkan momongan. Amiin..

The Next Step (1)

September 2009 ..

Bulan Agustus telah berlalu, vitamin saya yang diberikan dokter pun sudah habis.. dan.. tibalah saat mendebarkan.. yaitu saat mendekati tanggal menstruasi..

Menjemput keluarga saya yang pulang dari Sulawesi

ramadhan pagi saya bersama suami, di jalan tol

Saat itu bulan Ramadhan, kami memperbanyak do’a dan berusaha pasrah, Alhamdulillah jika diberi, dan tetap berusaha jika belum dipercaya.. Tapi kami percaya pada kebesaran Allah S.W.T yang akan menurunkan rahmatnya.. Ramadhan pertama yang saya jalani dengan suami, begitu membahagiakan dan penuh rasa syukur atas nikmat yang telah diberikanNya pada kami.. Ramadhan dengan keluarga kecil kami sendiri, “berdua”, dengan doa dan harapan untuk segera “bertiga” ..

Sementara itu, kedaan di kantor saya mulai memburuk, hal tersebut dikarenakan jobdesc saya yang meluas menjelang pembagian THR karyawan. Sebenarnya keadaan tersebut berlangsung mulai bulan sebelumnya, tepat pada waktu puasa ramadhan dimulai. Dan menurut suami, saya kelelahan. Memang keadaan saat itu begitu berat bagi saya..

Hingga akhirnya setelah membahasnya bersama suami, awal September saya mengajukan resign per tanggal 5 Oktober, pertimbangannya saat itu pengganti saya sudah ready, dan tugas saya perihal gaji dan THR karyawan sudah selesai.

Karena situasi dan kondisi yang bisa dibilang membuat saya stress dan tertekan itu, kami merasa sedikit pesimis dengan harapan kami. Tapi kami pun tetap berusaha dan berdoa sepenuh hati .. Mematuhi anjuran dokter, dan menjaga pola makan sehat, menghindari fastfood, dan sebisa mungkin masak sendiri ..

Namun akhirnya.. 11 September “tamu” saya pun akhirnya telah tiba..

Sebagaimana pesan SpOG bulan sebelumnya, hari pertama saya kontrol. Kami datang disambut senyum ramah Dr. Soehartono, periksa rutin USG pun dimulai, dan hasilnya Alhamdulillah baik, bersih, dan normal. Beliau tersenyum, dan berkata sesuatu sambil menulis kan resep “nda papa, yang kemaren saya baru ngasih vitamin, mungkin aja kondisi ibu agak drop, sekarang saya kasih obat penyubur buat ibu dan vitamin buat bapak, biasanya sih setelah ini bisa berhasil“. Amiin, batin saya.

Beliau pun menuliskan resep profertil sebanyak 5 tablet yang saya minum sehari sekali mulai hari ke 4 menstruasi, vitamin Qubi-10 yang diminum suami, dan kemudian menghitung tanggal untuk memberi kami jadwal berhubungan. Kami pun dengan semangat menjalaninya..

Bismillahirrahmanirrahim ..

This slideshow requires JavaScript.