The Next Step (3)

November 2009 ..

Setelah refreshing semalam di luar kota, rasanya lebih giat melakukan pekerjaan rumah .. walau kaki masih “njarem” (pegal) tapi rasanya fresh sekali ^^ dan kali ini saya tidak mengharap yang “muluk-muluk” (berlebihan) mengingat di tretes pun saya beraktifitas berat, yah.. menuju air terjun kakek bodo memang menguras tenaga yang tidak sedikit, yah.. hitung-hitung olah raga lah..

Dan memang benar.. kondisi badan lebih Vit, akhirnya tanggal 11 saya haid. Maju 2 hari membuat saya lebih semangat karena merasa siklus haid saya lebih baik dan pastinya metabolisme tubuh saya juga membaik ^^ ..

Suami kembali mengantar ke dokter..
Namun.. Perkataan dokter kali ini agak membebani saya..

“Ini sudah bulan kesekian saya memberikan obat, sekarang dosisnya saya tingkatkan dua kali lipat, kalau ini nanti belum hamil juga, terpaksa saya harus mengadakan tes ke ibu dan bapak. Karena pasti ada masalah yang harus kita cari tahu”

Dan saya pun kembali mendapatkan resep “Profertil” dengan dosis 2 butir sekali minum untuk 5 hari, mulai diminum di hari ke 4. Suami pun mendapatkan resep vitamin. Ya sudah lah.. kami pun hanya bisa memulai harapan yang baru..

Ya Allah.. Hanya Engkau lah yang tau segala yang terbaik untuk kami..

litle angel

litle angel

Ada suatu keputusan hati saya yang langsung saya utarakan ke suami, dan suami saya pun meng-iya-kan nya.

“Jika hingga bulan depan masih haid, saya ingin kami berhenti sementara, saya ingin bersih dari segala obat-obatan, dan ingin agar hari-hari saya tanpa beban. Hanya untuk bulan depan saja.. dan jika hingga bulan januari saya kembali haid, saya ingin melanjutkan upaya medis kembali.”

The Next Step (2)

Oktober 2009 ..

Setelah resign per tanggal 5 Oktober, saya memfokuskan diri untuk melakukan pekerjaan harian di rumah, se-enjoy mungkin ..
Melakukan segala yang saya suka, dan menjalani hari – hari tanpa tekanan ..
Memasak, mencuci, setrika .. yah itu lah pekerjaan ibu rumah tangga ..

Saya merasa bahagia sekali menjalani hari hari saya.. tak ada lagi deadline.. tak ada lagi komplain.. tak ada lagi panggilan-panggilan telepon yang mengganggu ..

Tanggal 11 pun tiba, saya berusaha mejalani tanpa beban, dan tetap optimis .. berharap “Jika memang rejeki pasti kan datang” .. namun suami tetap mengingatkan untuk lebih berhati hati jika mulai “telat“. Dan saya pun tidak keberatan mematuhinya, tidak ada salahnya juga untuk extra hati-hati, pikir saya.

Namun akhirnya, tanggal13 Oktober.. saya pun menstruasi..

“Nggak apa-apa sayang…kamu kan belum sebulan berhenti kerja, mungkin aja kemaren waktu ovulasi kamu masih stress di kantor.. Kita berusaha lagi ya?”

Alhamdulillah Ya Allah.. Engkau memberikan suami yang sabar dan penyayang.. yang bisa menjadi pelibur laraku.. yang menerimaku apa adanya..

Seluruh keluarga pun memberikan dukungan untuk kami.. dam Bismillah sekali lagi

Suami mengantarkan saya kontrol ke prof. Soehartono lagi.. dan seperti biasa, USG rutin memperlihatkan hasil yang bagus, baik ketebalan endometrium maupun bersih dari kista..

Akhirnya resep pun diberikan, sayang sekali saya tidak bisa membaca nama obat tersebut, karena potongan stripe obat yang vertikal..

Akhir Oktober, suami saya mengajak kami berlibur berdua ke tretes, menginap di kamar VIP hotel yang nyaman, Mengunjungi air terjun “Kakek Bodo”, untuk melepas penat, untuk refreshing pikiran, dan memompa semangat yang baru ..

Alhamdulillah senangnya .. ^^