The Next Step (8) – 1

April 2010 ..

Setelah 26 Maret saya menstruasi, prof. Su meminta saya untuk suntik “Gonal-F”. Beliau lalu menjadwalkan 3 X suntik di tanggal 31 Maret, 2 April, 4 April. Terimakasih suster Novi.. yang sudah rela menyuntik saya di malam hari libur nasional dan hari minggu.. Suster Novi yang tengah hamil 8 bulan dan seminggu lagi akan melahirkan.. Semoga nular.. Ucap saya sambil mengelus perut suster Novi.. Gonal-F disuntikkan di bagian bawah pusar, efeknya setelah suntik saya merasakan ngilu di persendian, dan saat obat diinjeksikan rasanya paerut jadi panas.. jauh lebih sakit daripada suntik biasa di pantat.

6 April saya kembali USG transv untuk mengukur telur.. dan hasilnya.. Alhamdulillah..

Hari ke 12:

– endometrium : 11,4 mm

– Telur Ovarium kanan : 19,8 mm, 21,8 mm, 16,6 mm, 16,9 mm

– Telur Ovarium kiri      : 13 mm, 12,2 mm

Akhirnya! Telur saya besar!.. Alhamdulillah Ya Allah..

Setelah suster menelpon prof. Su, beliau langsung menganjurkan kami untuk melakukan inseminasi. Malam harinya, kami kembali ke Graha Amerta untuk suntik pemecah telur. Dan Kamis, tanggal 8 April jam 9 pagi, kami akan melakukan inseminasi..

Harapan pun serasa terbuka lebar.. Kami optimis akan langkah yang kami ambil.. Walau saya sempat menanyakan, apakah saya tidak perlu menjalani HSG terlebih dahulu seperti yang dilalui teman yang menjalani inseminasi.

8 April 2010.. hari yang kami nantikan tiba..

Pukul 9.00 WIB kami tiba di Lab Fertilitas. Disana kami menunggu giliran dipanggil, lalu kami di beri wadah untuk menampung sprema suami. Setelah itu, kami menunggu kurang lebih 1,5 jam untuk proses seleksi sprema.

Setelah prof. Su tiba, saya pun memulai persiapan inseminasi. Memakai jubah hijau, dan dipersilahkan ke ruang penanaman embrio. Ranjang yang dipakai di dongkrak dengan posisi pantat lebih tinggi, dan setelah dokter memasuki ruangan, beliau berkata bahwa jumlah sprema yang di butuhkan agak kurang, tapi beliau membesarkan hati saya, jika memang sudah rejeki pasti jadi juga.

Bismillah semoga memang kali ini rejeki saya untuk bisa mendapat keturunan walau bukan dengan cara alami..

Proses inseminasi pun dimulai, bagi saya rasanya agak menyakitkan, seperti dilep sewaktu menstruasi kalo saya bilang, terlebih saat kateter di masukkan ke rahim saya sementara perut saya ditekan oleh suster, saya terus berdoa..

Setelah itu posisi kaki saya di luruskan, dan ranjang pun di dongkrak lagi agar posisi pantat lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Dan saya pun harus berbaring dengan posisi yang tidak nyaman itu kurang lebih selama 1 Jam. Sementara suami saya menunggu dengan sabar di luar..

Setelah 1 jam, suster membantu saya turun ranjang, dan saya keluar menemui suami saya. Kemudian suami saya menceritakan apa yang dikatakan dokter kepadanya. Saya mendapat obat Cygest – progesterone yang dimasukkan lewat vagina.

*Cygest® merupakan obat yang isinya progesteron dalam bentuk pessary (dimasukkan lewat vagina atau anus). FDA memberi kategori B untuk obat ini.

Dokter pun berpesan agar saya melakukan istirahat total selama 3 hari, dan seterusnya hingga 1 minggu saya harus membatasi aktifitas saya.
Setelah itu kami pun pulang ke rumah mertua, agar istirahat saya bisa total..
Bismillahirrahmanirrahiim..