Mbah Kucing

7 Juni 2010 ..

Secercah cahaya bagi sekawanan kucing liar yang hidup di sepanjang Jl. Bendul Merisi Airdas, Surabaya..

Seorang nenek yang hingga kini saya belum tahu nama aslinya, dikenal dengan sebutan “Mbah Kucing“, berpenampilan lusuh, rambut di sanggul kecil di bagian atas kepalanya, berpakaian ala kadarnya, dan bertelanjang kaki ..

Jika anda melewati daerah sepanjang Jl. Bendul Merisi Airdas setiap pagi dan sore hari, dan jika anda beruntung, anda dapat menemukannya berjalan dengan membawa kantong plastik besar berisi nasi yang telah dicampur dengan ikan, yang dijinjing di tangan kirinya. Sementara tangan kanannya memakai sarung tangan ala kadarnya dari sebuah tas plastik kecil ..

Sungguh pemandangan yang aneh bagi sebagian besar orang, tapi bagi saya, dia bagaikan “dewi kucing” yang sangat dinanti nanti kehadirannya oleh seluruh kawanan kucing di daerah tersebut.

Hanya dengan melihatnya mulai menjejakkan kaki di jalan itu, seluruh kawanan kucing yang melihatnya segera menyambutnya, mereka keluar dari tempat persembunyinnya dan segera bergaegas menantinya di pinggir jalan.

Siang ini, kebetulan saya lewat jalan tersebut pukul 11.45 WIB dengan mengendarai motor, saya melihatnya disana, di kanan jalan, sedang membagikan makanan bagi sekawanan kucing liar yang berjumlah 4 ekor, mereka menjemputnya, mengerumuninya, dan mengeluskan badannya ke kaki Mbah Kucing.

Saya berhenti di kiri jalan, menatapnya, dan selalu takjub dengan pemandangan ini, merasa bahwa saya masih punya banyak waktu, saya pun memotretnya. Saya menyebrang ke kanan jalan untuk menghampirinya, dan melihat kawanan kucing tersebut dari dekat.

Mbah Kucing Dari Sebrang Jalan

Mbah Kucing Dari Sebrang Jalan

Saya benar – benar takjub dengan pemandangan itu, seorang nenek tua renta yang tidak memiliki keluarga, seorang diri, berpenampilan compang camping, bertelanjang kaki .. Telah mengabdikan hidupnya untuk memberikan sesuap nasi bagi kawanan kucing liar di sepanjang jalan itu .. Hati saya benar – benar tersentuh..

Mbak Kucing sedang membagi makanan

Mbah Kucing sedang membagi makanan

Kucing - kucing mengeong dan berdesakan mendekatinya

Kucing - kucing mengeong dan berdesakan mendekatinya

Inilah Mbah Kucing yang mulia, peri bagi kucing liar Bendul Merisi

Inilah Mbah Kucing yang mulia, peri bagi kucing liar Bendul Merisi

Lalu saya minta ijin kepadanya untuk diperbolehkan memotretnya saat memberi makan kawanan kucing tersebut. Setelah merasa yakin bahwa seluruh kucing itu telah mendapatkan “jatah” makannya, dia pun melanjutkan perjalanan .. Seorang diri, dibawah terik matahari, bertelanjang kaki .. Air mata saya mengalir menatapnya berjalan menjauh ..

Mbah Kucing kembali berjalan melanjutkan niatnya, memberi makan seluruh kucing di jalanan itu

Mbah Kucing kembali berjalan melanjutkan niatnya, memberi makan seluruh kucing di jalanan itu

Subhanallah .. Sungguh bermacam-macam makhluk ciptaan-Mu Ya Allah .. Engkau ciptakan juga bermacam – macam hati, jiwa, dan perasaan ..

Sementara jika saya, yang masih hidup berkecukupan ini, bertanya pada diri saya sendiri “Sanggupkah saya melakukan hal mulia seperti itu? Membantu sesama makhluk Allah untuk meneruskan hidupnya, setiap hari, pagi dan sore?” .. Saya tak sanggup menjawab pertanyaan besar itu.. sungguh tak sanggup

Subhanallah ..

Mbah Kucing .. teruskanlah perbuatan muliamu itu.. Saya yakin di akhirat kelak, engkau akan disambut oleh seluruh kucing yang menyayangimu ketika engkau melangkah menuju pintu surga ..