This Is The Answer

5 Agustus 2010

3 Agustus 2010 hari selasa, saya ingat bahwa “menstruasi” (atau keguguran) saya datang pada tanggal ini dibulan sebelumnya, tapi saya ragu untuk menjadikan tanggal tersebut sebagai patokan tanggal menstruasi saya. Maka saya memutuskan untuk mengabaikan pikiran-pikiran yang timbul pada hari itu. Saya beraktifitas seperti biasa di rumah, bahkan pada saat itu pembantu rumah tangga sudah saya berhentikan, dan saya mengurus segala pekerjaan rumah seorang diri.

Rumah saya yang luas benar-benar cukup menghabiskan tenaga, saya juga aktif mengikuti yoga dua kali dalam seminggu. Yah, itu semua memang sengaja saya lakukan untuk mengalihkan pikiran-pikiran negatif yang biasanya mengisi waktu luang saya.

4 Agustus 2010, saya belum juga mengalami menstruasi, biarlah..

5 Agustus 2010, seusai saya memasak untuk makan siang, mertua saya datang menemui saya. Beliau membicarakan berbagai hal yang bersangkutan dengan upaya kami dalam mendapakan keturunan. Inti dari pembicaraan kami adalah, mertua saya menginginkan kami untuk mulai menempuh jalan medis lanjutan dari pada melanjutkan upaya dengan jalan alternatif lainnya, “sudah cukup” kata beliau, mengingat inseminasi yang pernah kami jalani juga mengalami kegagalan, beliau ingin agar kami memulai pemeriksaan untuk menuju ke arah “Bayi Tabung

Astaghfirullah.. Hati saya merasa sedikit kecewa dan cukup sedih mendengar hal itu, saya merasa belum cukup mental untuk memulai jalan itu, mengingat usia pernikahan kami belum melewati masa 2 tahun, saya masih ingin mencoba berbagai alternatif yang ada. Karena bagi saya dan suami, metode bayi tabung adalah jalan terakhir yang akan kami tempuh jika kami sudah berusaha maksimal melalui cara-cara yang lain.. karena dalam hati kecil kami, kami merasa belum siap untuk menempuh jalan yang menurut kami “paling memaksakan keinginan” tersebut.

Beberapa saat setelah perbincangan itu, suami saya pulang tiba di rumah, dan kami pun segera makan siang. setelah selesai makan, saya menyampaikan perbincangan saya dengan mertua. Alhamdulillah suami saya sependapat dengan saya, dan kami memutuskan untuk menunda proses bayi tabung hingga kami berdua merasa siap.

Usai makan siang, kami bersantai sejenak. Mendadak suami saya ingat bahwa hari itu sudah tanggal 5, artinya menstruasi saya sudah terlambat 2 hari. Suami saya meminta saya untuk mencoba melakukan Test Pack, tapi saya menolaknya, untuk apa..

Setelah suami saya berangkat kembali ke kantor, saya berpikir lagi tentang permintaan suami saya, kebetulan saya juga selalu sedia test pack baru di rumah. Saya sempat ragu, tapi saya memantapkan diri dengan kata-kata “tidak ada salahnya mencoba”

Yah, kurang lebih pukuln 14.00 WIB saya mencobanya. Serasa tidak ingin melihat hasilnya, tapi saya harus menguatkan diri “hanya coba-coba”

Apa ini? 1 garis terang dan 1 garis samar? Ah.. mungkin alat tes pack nya kurang valid .. tapi saya jadi kepikiran.. Saya memutuskan untuk menelepon suami dan memberitahukan hasilnya. Suami saya mendengarkan dengan antusias, dan meminta saya untuk lebih berhati-hati dalam berkegiatan. Tapi hati saya ragu dan tidak berani berharap banyak..

Keesokan harinya, Jum’at, 6 Agustus 2010, pukul 15.00 WIB suami saya sudah pulang lebih awal.. kami bersantai dan bersenda gurau.. Tiba-tiba dia berkata serius, meminta saya untuk melakukan test pack lagi.. “”Untuk apa?” jawab saya dengan segera, suami saya bilang bahwa tidak ada salahnya mencoba, anggap saja iseng-iseng berhadiah. Saya menolak dengan tegas, tapi dalam hati saya pun berpikir ingin melakukannya.

Akhirnya kami mengambil kata sepakat, bahwa suami sayalah yang akan mengecek hasilnya.

Dan, beberapa saat kemudian.. Astaghfirullah.. 2 garis .. apa artinya? Kami langsung kehilangan kata-kata .. hingga akhirnya suami saya meminta saya untuk daftar periksa ke obgyn.

Malam harinya, kami tetap tidak dapat berpikir apa-apa.. Kosong.. Antara antusiaas dan takut.. tapi harus kami temukan jawabannya.. Hingga saat masuk ruangan periksa. Dr. Hendra menyambut  kami dengan ramah, kami pun menceritakan apa yang terjadi, dan membawa ke dua hasil uji tes pack kami..

Dr. Hendra tersenyum dan mempersilahkan saya untuk USG.. ternyata.. kosong.. hanya ditemukan pembengkakan ukuran rahim. tapi beliau mengatakan bahwa hasil uji tersebut sudah membuktikan hasil “POSITIF”

Ya Allah… kami tak bisa mempercayai semudah itu.. kami belum melihat janin di layar USG..

Dr. Hendra meyakinkan kami untuk optimis dan menyarankan saya untuk mengurangi kegiatan. Saya mendapatkan resep penguat kandungan dan vitamin, dan meminta kami untuk kembali lagi 2 minggu kemudian.

Ya Allah.. kami belum berani mengucap “alhamdulillah” .. kami hanya berkata “bismillah”