Menstruasi terlambat 12 hari

Setelah pada bulan sebelumnya hasil pengukuran telur membuat patah hati, dsog saya menaikkan dosis glucophage menjadi 2x sehari, pagi dan malam.

Sebenarnya efek samping mengkonsumsi glucophage berbeda di setiap orang. Ada yang mengeluhkan mual, memicu maag   dll. Efek samping pada saya sendiri adalah rasa mual, jika jumlah porsi makan saya sedikit. Berdasarkan anjuran dokter, saya meminumnya di tengah proses makan. Jadi makan sampai separuh porsi, lalu minum obat, lalu dilanjutkan menghabiskan makan. Cara tersebut lumayan meredakan rasa mual pasca meminum obat tsb. Tapi jika porsi makan saya kurangi, mualnya muncul lagi.

Hal tersebut membuat berat badan saya naik cukup drastis. Juga efek meminum penyubur, wajah saya jadi berjerawat dimana-mana. Pemakaian krim malam, krim siang di wajah pun berasa percuma. Tapi saya tetap memakainya  supaya wajah tidak terlalu kusam. Jerawat tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga di kulit kepala. Sehingga saat-saat menyisir rambut bagaikan menyisir di ladang ranjau, harus hati-hati dan pelan-pelan.

Hari-hari saya jalani seperti biasa, hingga saat menjelang menstruasi. Karena saya termasuk wanita dengan siklus haid yang teratur, maka perkiraan datangnya menstruasi pun biasanya selalu tepat. Akan tetapi siklus kali ini ternyata mundur..

Saya menghentikan aerobik, saya pun langsung mengurangi kegiatan dengan tidak menyetir mobil maupun motor. Hingga hari ke-3 saya melakukan tes pack, hasilnya negatif.

Hari ke-5 saya melakukan tes pack kembali dengan hasil negatif. Saya ulang setiap 2 hari, hingga hari ke-12 hasilnya tetap negatif, dan malam harinya ternyata menstruasi saya datang..

Mulai ukur telur lagi

Setelah di bulan sebelumnya mulai konsultasi, maka selanjutnya saya menghitung masa ovulasi, untuk mendapatkan jadwal berhubungan suami istri. Semua sudah dilaksanakan, minum obat pun rutin saya lakukan.

November 2014, menstruasi datang, dan sesuai dengan dsog, saya mulai minum Dipthen sejak hari hari ke-3. Dimana saya harus bersiap untuk memulai  tahap yang selalu membuat saya cemas, yaitu USG dalam untuk “pengukuran sel telur”

Saya ingin tahu pasti keadaan saya, oleh karena itu, mau tidak mau saya harus melewatinya.. masih PCO kah? Sembuh kah? Atau mungkin bertambah parah kah?

Di hari ke-13 saya kontrol, sekalian menanyakan hasil pap-smear tahunan, yang ternyata Alhamdulillah hasilnya bagus, tidak ditemukan sel ganas sama sekali..

Saat USG dalam pun dimulai.. dag dig dug bercampur mulas dan pucat pasi, mulailah pengukuran telur pertama setelah 5 tahun!

Dan hasilnya, langsung membuat badan saya lemas lunglai tidak bertenaga sama sekali.. baik iva kanan maupun kiri, ternyata PCO saya semakin parah. Paling besar telur saya hanya berdiameter 0,6 cm!

Baiklah, semua berjalan sesuai kehendakNya, karena semua sudah diniati dari awal, maka kami pun bersiap untuk menjalani semua tahapan yang dahulu pernah kami jalani dalam ikhtiar mendapatkan anak pertama.