Bersua kembali dengan my “Lapiyo”

30 Agustus 2012

Subhanallah telah banyak hal membahagiakan yang telah saya alami. karena tuntutan profesi sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak sendiri, saya semakin terjauhkan dari Lapiyo, laptop saya tersayang, yang sudah terbengkelai setahun lebih.

Sebisa mungkin saya membalas e-mail yang masuk, invitation YM yang saya terima, dan comment yang ada di notification saya.

Mohon maaf atas segala kelambatan response..

Sejak bulan Februari 2012 ini saya mempunyai kesibukan baru, sebagai bakul kue, cake/cupcakes/cookies segala yang bisa saya buat saya terima ordernya. Alhamdulillah untuk pendapatan sampingan keluarga saya, untuk tambahan biaya imunisasi Rafael yang tidak sedikit jumlahnya. Allah memang Maha Adil, saya dikaruniai seorang anak yang mandiri, yang pengertian dan sabar menunggu mama nya kerja.

Saya akan berusaha menuntaskan jurnal saya yang tertunda, dan berikutnya akan saya buat satu lagi kategori tentang kisah sahabat-sahabat saya yang masih berusaha meraih ridho Allah SWT untuk mendapatkan AmanahNya.

Saya selalu mendoakan sahabat-sahabat sekalian agar tetap tawakkal dan tidak menyerah untuk berupaya, karena sesungguhnya segala sesuatu yang kita dapatkan tidak lepas dari usaha kita dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

Missing my little kittens..

6 Juli 2010..

Nio hilang! Dia membawa pergi ketiga anaknya. Saya sedih sekali.. Nio meninggalkan rumah saya dan mencari tempat tinggal baru untuknya dan ketiga anaknya.

Mama saya bilang, memang itu naluri alamiah kucing untuk melindungi anak-anaknya, berpindah tempat sebanyak 7 kali agar anak-anak nya selamat. Baiklah dimanapun kamu berada, aku harap kamu cukup makanan dan bisa membesarkan anak-anakmu sebaik mungkin..

Oh Nio.. pulang lah.. Rumah ini sepi tanpamu dan anak-anakmu.. saya merindukan mu dan anak-anakmu..

7 Juli 2010.. saya menemukan dua ekor anak kucing terlantar di tengah jalan, mereka duduk berdempetan tak berdaya, saya mengambil mereka dan menaruhnya di tepi jalan. Akan tetapi sepulang dari beli pulsa, mereka masih di posisi yang sama, kedinginan dan terlantar. Saya akhirnya memutuskan untuk membawa pulang mereka. Dan malam harinya saya memberi mereka makan, minum, dan membiarkan mereka menginap di rumah saya.

Keesokan harinya, mereka pun bermain, lalu bertemu dengan “mbah kucing” dan akhirnya mereka memutuskan pergi dan tinggal ketempat yang mereka pilih.. selamat jalan kucing-kucing kecil.. semoga kalian bahagia..

« Older entries