Kehamilan anak ke-2

Sejak lama saya ingin meng-update postingan di blog, tapi ternyata terkendala permasalahan klasik, yaitu lupa password dan e-mail lama tidak dapat di recovery. Akhirnya dapat pencerahan juga beberapa waktu lalu perihal password. Maka, inilah dia cerita singkat seputar program anak ke-2.

Setelah berbulan-bulan saya rutin mengkonsumsi obat hormon, saya pun kembali berusaha hidup lebih sehat. Diantaranya dengan menerapkan Food Combining pada pola makan, dan rajin berolah raga aerobic.

Namun, pada bulan Ramadhan 2015 saya memutuskan untuk break, dan kembali mengatur pola makan pada saat sahur dan berbuka puasa. Sambil berserah diri pada segala keputusan Allah SWT.

Dan pada tanggal 23 Juli 2015, genap 5 hari saya terlambat menstruasi, muncul feeling untuk melakukan testpack. Dan Alhamdulillah Allah SWT menjawab doa saya dan suami. Hasi test pack positif.

Saya menjalani kehamilan ke-2 dengan jauh lebih santai. Tetap menyetir antar jemput si mas, belanja, dll. Tapi ternyata kandungan saya dapat dikatakan agak lemah, muncul flek disusul darah segar kurang lebih di hari ke-7 sejak saya melakukan testpack. Mau tidak mau, saya pun harus bedrest. Setelah bersih kembali, saya mengurangi segala kegiatan selama trimester I. Ditambah dengan kondisi mual sangat dan cukup stress karena saat itu orang tua saya pergi haji dengan berbagai peristiwa yang terjadi di tanah suci. Hingga akhirnya berat badan saya turun 5kg.

Memasuki trimester II jauh lebih rileks dan dapat berkegiatan normal. Termasuk melakukan travelling dengan keluarga. Hingga suatu saat saya pergi ziarah wali, terjadi kecelakaan saat di Tuban. Becak yang saya naiki menabrak becak lain di jalan menurun, saya pun terpelanting di jalan. Lalu bleeding.

Alhamdulillah Allah SWT masih melindungi janin saya. Namun kembali saya harus bedrest berhari-hari lamanya.

Tidak hanya travelling, saya pun sempat membantu suami yang ngidam ingin jualan sosis bakar di bazar. Dan ndilalah, masuk trimester III, plafond rumah saya hampir ambruk karena dimakan rayap. Hamil 7 bulan, saya pindahan dengan sangat tergesa-gesa, mengungsi di rumah mertua selama rumah di renovasi.

Mengulang siklus minum obat

Setelah saya kembali menstruasi di hari ke-12 terlambat di bulan desember, saya kembali mengkonsumsi obat seperti resep sebelumnya. Diphte selama 5 hari mulai hari ke 3 siklus, dan Glucophage setiap hari, pagi dan malam.

Saya pun menghitung tanggal ovulasi lagi dan menjalani aktifitas harian saya seperti biasa. Lebih giat membuat Green Smoothies, menjauhi soda, junk food, dan makanan-makanan lain yang tidak direkomendasikan untuk kebugaran.

Tepat di hari ke-13 siklus haid, saya kembali ke dsog, untuk mengukur telur lagi. Kami menceritakan semuanya perihal keterlambatan haid. Dan kesimpulan dokter, mungkin memang tidak terjadi pembuahan, tapi efek dari konsumsi obat terhadap siklus saya, karena memang tidak satu kalipun hasil tespack saya menunjukkan hasil positif.

Kali ini saya lebih rileks, lebih pasrah terhadap hasil ukur. Dan tanpa kami sangka, hasilnya bagus! Ada telur yang diameternya mencapai 2cm di ovarium kiri. Sedangkan ova kanan tetap kecil-kecil.

Kami pun lebih optimis dan bisa sedikit lega..

« Older entries Newer entries »