Kelahiran anak ke-2

Dokter memberi batas akhir penantian untuk mencoba VBAC hingga tanggal 26 Maret 2016. Itupun sudah diundur seminggu lebih dari awalnya.

Dan pada 24 Maret 2016, kontraksi mulai saya rasakan. Mulai muncul darah dan lendir. Saya bertahan menghitung interval hingga tanggal 25 subuh lendir dan darah yang keluar semakin banyak dan gelombang cinta pun mulai kuat. Suami saya mengantarkan ke rumah sakit.

25 Maret 2017 bertepatan dengan hari Jumat dan libur nasional. Maka pemeriksaan hari itu dilakukan oleh bidan, saat masuk ternyata masih bukaan 1. Tapi suami minta saya untuk masuk RS saja. Hingga Jumat sore hari kontraksi tiba-tiba berkurang. Saya minta pulang lagi.

Di rumah saya merasa jauh lebih rileks. Kontraksi semakin kuat tapi saya bertahan karena saya merasa nyaman dengan selalu ditemani Rafael anak pertama saya. Walau sudah tidak dapat tidur malam, tapi saya berusaha sabar, menunggu imterval semakin dekat dan kontramsi menguat.

Sabtu pagi saya jalan-jalan di seputaran rumah. Hingga kurang lebih pukul 1 siang, sudah mulai tidak kuat berjalan, lendir semakin banyak yang keluar, tapi ketuban belum rembes/pecah.

Sabtu sore, sudah tidak tahan lagi rasanya luar biasa. Suami kembali membawa saya ke RSIA Kendangsari. Masuk di cek bukaan 3. Menjelang malam saya minta supaya bisa istirahat di kamar saja.

Hingga pukul 10 malam bukaan 4, kontraksi sudah sangat hebat dengan interval yang dekat. Setelah dilakukan pemeriksan rekam jantung bayi dan tensi pada saya, dr. Hendra nemberikan perintah untuk memasang infus karena kondisi saya yang sudah lemas, dan memberi batas waktu jika hingga pukul 1 malam belum mencapai bukaan 8, maka saya mulai berpuasa untuk persiapan SC pukul 5-6 pagi.

Dan akhirnya itulah takdirnya. Mulai dari menggenggam kuat tangan suami tiap gelombang cinta itu tiba, hingga saya tak kuasa menggenggam apapun saking lemasnya. Jeda kontraksi hanya 30 detik-1 menit, dengan tetap di bukaan 4.

Sampai akhirnya, Minggu, 27 Maret 2016, pukul 06.15 WIB, anak ke-2 saya terlahir kedunia ini melalui proses SC.

Alhamdulillah for this amazing moment..

So many thanks to:
My lovely husband @papabearrizal
❤ dr. Hendra, SpOg @ratsmawan_hendra_dr #obgyn
❤ dr. Arief W. Roesli, SpA #pediatrics •
#newborn #firstlatch #babyboy

Menjelang kelahiran anak ke-2

Menjelang HPL, saya banyak jalan, melakukan senam hamil, dan mempersiapkan diri untuk VBAC (Vaginal Birth After Cesarean). Walau anak pertama saya SC, saya masih berharap banyak anak ke-2 ini akan diijinkan Allah SWT untuk lahir dengan jalan normal.

Pertimbangan dokter memperbolehkan juga karena perkiraan BBJ di kisaran 3.5kg, sama dengan BBJ kakaknya dulu sewaktu lahir. Tapi dengan syarat tidak boleh dilakukan induksi. Kontraksi harus secara alami dan tidak lebih dari tanggal yang telah ditentukan.

Pada kenyataannya, hingga HPL masih belum ada tanda-tanda kontraksi sama sekali. Sampai saya pun nekat makan sate kambing, gule kambing, kambing oven dkk. Keesokan harinya ada flek, tapi belum ada kontraksi, sedangkan perut saya sudah sangat begah dan besar.

Saya pun meminta adik saya Mayin untuk mau melakukan sesi foto kehamilan untuk mengabadikan moment ini.

Foto ini diambil saat 38 week kehamilan oleh adik saya IG: itsmayin | studio IG @homeproduction_

MUA (Make Up Artist) & hijab stylist IG @retno_suryandari_wedding

Dan hingga menjelang 40 week belum ada kontraksi..saya hanya berdoa dan pasrah.

« Older entries Newer entries »