Break medis

Hasil pengukuran telur bulan Desember 2014 sudah lumayan, bagus, kami pun menjadi optimis. Suami mendapat resep suplemen untuk meningkatkan kualitas sperma.

Dan seperti sebelumnya, saya menghitung masa ovulasi, dll. Pada kenyataannya, awal Januari 2015, menstruasi saya datang kembali. Serasa patah hati, dan itu cukup membuat saya malas berobat lagi. Akhirnya suami menghargai keputusan saya untuk break dari usaha medis.

Kondisi saat itu juga tidak memungkinkan untuk bisa intens berusaha. Fisik kami sering kelelahan, mood kami sering down, karena kami sedang mengawasi proses renovasi bangunan kantor yang akan kami sewakan. Tenaga, biaya, pikiran harus dibagi bagi antara pekerjaan dan renovasi tersebut.

Dan, saatnya kami break program hamil. Menjalani hari-hari dengan kesibukan.

Tapi saya punya niatan untuk mencoba makan kurma muda. Karena konon khasiatnya bagus untuk infertilitas. Saya pun mulai browsing tentang kurma muda, dan dimana tempat saya bisa membelinya di daerah Surabaya.

Hasil browsing menunjukkan bahwa untuk membeli kurma muda tidaklah gampang, ada beberapa toko yang menjual, tetapi cara memperlakukan kurma muda tidak semudah itu. Kurma muda dijual dalam kemasan beku, dan harus tetap terjaga suhunya supaya tidak cepat membusuk.

Sehingga, ada beberapa persiapan yg harus dilakukan sebelum berangkat membeli kurma muda. Diantaranya adalah membawa coolerbox dan ice gel beku. Alternatifnya bisa memakai kotak sterofoam dan es batu.

Maka, saya pun harus menyiapkan barang-barang tersebut terlebih dahulu.

Mengulang siklus minum obat

Setelah saya kembali menstruasi di hari ke-12 terlambat di bulan desember, saya kembali mengkonsumsi obat seperti resep sebelumnya. Diphte selama 5 hari mulai hari ke 3 siklus, dan Glucophage setiap hari, pagi dan malam.

Saya pun menghitung tanggal ovulasi lagi dan menjalani aktifitas harian saya seperti biasa. Lebih giat membuat Green Smoothies, menjauhi soda, junk food, dan makanan-makanan lain yang tidak direkomendasikan untuk kebugaran.

Tepat di hari ke-13 siklus haid, saya kembali ke dsog, untuk mengukur telur lagi. Kami menceritakan semuanya perihal keterlambatan haid. Dan kesimpulan dokter, mungkin memang tidak terjadi pembuahan, tapi efek dari konsumsi obat terhadap siklus saya, karena memang tidak satu kalipun hasil tespack saya menunjukkan hasil positif.

Kali ini saya lebih rileks, lebih pasrah terhadap hasil ukur. Dan tanpa kami sangka, hasilnya bagus! Ada telur yang diameternya mencapai 2cm di ovarium kiri. Sedangkan ova kanan tetap kecil-kecil.

Kami pun lebih optimis dan bisa sedikit lega..

« Older entries Newer entries »