Mengulang siklus minum obat

Setelah saya kembali menstruasi di hari ke-12 terlambat di bulan desember, saya kembali mengkonsumsi obat seperti resep sebelumnya. Diphte selama 5 hari mulai hari ke 3 siklus, dan Glucophage setiap hari, pagi dan malam.

Saya pun menghitung tanggal ovulasi lagi dan menjalani aktifitas harian saya seperti biasa. Lebih giat membuat Green Smoothies, menjauhi soda, junk food, dan makanan-makanan lain yang tidak direkomendasikan untuk kebugaran.

Tepat di hari ke-13 siklus haid, saya kembali ke dsog, untuk mengukur telur lagi. Kami menceritakan semuanya perihal keterlambatan haid. Dan kesimpulan dokter, mungkin memang tidak terjadi pembuahan, tapi efek dari konsumsi obat terhadap siklus saya, karena memang tidak satu kalipun hasil tespack saya menunjukkan hasil positif.

Kali ini saya lebih rileks, lebih pasrah terhadap hasil ukur. Dan tanpa kami sangka, hasilnya bagus! Ada telur yang diameternya mencapai 2cm di ovarium kiri. Sedangkan ova kanan tetap kecil-kecil.

Kami pun lebih optimis dan bisa sedikit lega..

Mulai ukur telur lagi

Setelah di bulan sebelumnya mulai konsultasi, maka selanjutnya saya menghitung masa ovulasi, untuk mendapatkan jadwal berhubungan suami istri. Semua sudah dilaksanakan, minum obat pun rutin saya lakukan.

November 2014, menstruasi datang, dan sesuai dengan dsog, saya mulai minum Dipthen sejak hari hari ke-3. Dimana saya harus bersiap untuk memulai  tahap yang selalu membuat saya cemas, yaitu USG dalam untuk “pengukuran sel telur”

Saya ingin tahu pasti keadaan saya, oleh karena itu, mau tidak mau saya harus melewatinya.. masih PCO kah? Sembuh kah? Atau mungkin bertambah parah kah?

Di hari ke-13 saya kontrol, sekalian menanyakan hasil pap-smear tahunan, yang ternyata Alhamdulillah hasilnya bagus, tidak ditemukan sel ganas sama sekali..

Saat USG dalam pun dimulai.. dag dig dug bercampur mulas dan pucat pasi, mulailah pengukuran telur pertama setelah 5 tahun!

Dan hasilnya, langsung membuat badan saya lemas lunglai tidak bertenaga sama sekali.. baik iva kanan maupun kiri, ternyata PCO saya semakin parah. Paling besar telur saya hanya berdiameter 0,6 cm!

Baiklah, semua berjalan sesuai kehendakNya, karena semua sudah diniati dari awal, maka kami pun bersiap untuk menjalani semua tahapan yang dahulu pernah kami jalani dalam ikhtiar mendapatkan anak pertama.

« Older entries