Menjelang kelahiran anak ke-2

Menjelang HPL, saya banyak jalan, melakukan senam hamil, dan mempersiapkan diri untuk VBAC (Vaginal Birth After Cesarean). Walau anak pertama saya SC, saya masih berharap banyak anak ke-2 ini akan diijinkan Allah SWT untuk lahir dengan jalan normal.

Pertimbangan dokter memperbolehkan juga karena perkiraan BBJ di kisaran 3.5kg, sama dengan BBJ kakaknya dulu sewaktu lahir. Tapi dengan syarat tidak boleh dilakukan induksi. Kontraksi harus secara alami dan tidak lebih dari tanggal yang telah ditentukan.

Pada kenyataannya, hingga HPL masih belum ada tanda-tanda kontraksi sama sekali. Sampai saya pun nekat makan sate kambing, gule kambing, kambing oven dkk. Keesokan harinya ada flek, tapi belum ada kontraksi, sedangkan perut saya sudah sangat begah dan besar.

Saya pun meminta adik saya Mayin untuk mau melakukan sesi foto kehamilan untuk mengabadikan moment ini.

Foto ini diambil saat 38 week kehamilan oleh adik saya IG: itsmayin | studio IG @homeproduction_

MUA (Make Up Artist) & hijab stylist IG @retno_suryandari_wedding

Dan hingga menjelang 40 week belum ada kontraksi..saya hanya berdoa dan pasrah.

Kehamilan anak ke-2

Sejak lama saya ingin meng-update postingan di blog, tapi ternyata terkendala permasalahan klasik, yaitu lupa password dan e-mail lama tidak dapat di recovery. Akhirnya dapat pencerahan juga beberapa waktu lalu perihal password. Maka, inilah dia cerita singkat seputar program anak ke-2.

Setelah berbulan-bulan saya rutin mengkonsumsi obat hormon, saya pun kembali berusaha hidup lebih sehat. Diantaranya dengan menerapkan Food Combining pada pola makan, dan rajin berolah raga aerobic.

Namun, pada bulan Ramadhan 2015 saya memutuskan untuk break, dan kembali mengatur pola makan pada saat sahur dan berbuka puasa. Sambil berserah diri pada segala keputusan Allah SWT.

Dan pada tanggal 23 Juli 2015, genap 5 hari saya terlambat menstruasi, muncul feeling untuk melakukan testpack. Dan Alhamdulillah Allah SWT menjawab doa saya dan suami. Hasi test pack positif.

Saya menjalani kehamilan ke-2 dengan jauh lebih santai. Tetap menyetir antar jemput si mas, belanja, dll. Tapi ternyata kandungan saya dapat dikatakan agak lemah, muncul flek disusul darah segar kurang lebih di hari ke-7 sejak saya melakukan testpack. Mau tidak mau, saya pun harus bedrest. Setelah bersih kembali, saya mengurangi segala kegiatan selama trimester I. Ditambah dengan kondisi mual sangat dan cukup stress karena saat itu orang tua saya pergi haji dengan berbagai peristiwa yang terjadi di tanah suci. Hingga akhirnya berat badan saya turun 5kg.

Memasuki trimester II jauh lebih rileks dan dapat berkegiatan normal. Termasuk melakukan travelling dengan keluarga. Hingga suatu saat saya pergi ziarah wali, terjadi kecelakaan saat di Tuban. Becak yang saya naiki menabrak becak lain di jalan menurun, saya pun terpelanting di jalan. Lalu bleeding.

Alhamdulillah Allah SWT masih melindungi janin saya. Namun kembali saya harus bedrest berhari-hari lamanya.

Tidak hanya travelling, saya pun sempat membantu suami yang ngidam ingin jualan sosis bakar di bazar. Dan ndilalah, masuk trimester III, plafond rumah saya hampir ambruk karena dimakan rayap. Hamil 7 bulan, saya pindahan dengan sangat tergesa-gesa, mengungsi di rumah mertua selama rumah di renovasi.